Apakah Anda Berasal Dari Indonesia?
Pertanyaan itu saya dapati kemarin sore, ketika saya mau ke supermarket bersama neng Femke (Putri saya).
Saat kami berdua di depan deretan Trolley belanja. Kemudian saya PD buka dompet mau ambil uang recehan 1€ atau uang koin Seribu Rupiah yang biasanya terselip di dompet untuk pakai trolley belanja.
Oh iya. Di Jerman, dan negara Eropa lainnya. Trolley di supermarket itu biasanya menggunakan koinan jika ingin memakainya.
Sejak masa semi lockdown Covid-19 serta untuk menjaga sosial distance. Serta jarak antara kita dan orang lain itu sekitar 1-1,5meter. Alhasil supermarket di kampung kami dan area lainnya, membuat aturan. Jika belanja di supermarket harus menggunakan Trolley Belanja. Trolley nya juga di semprot Disinfection dahulu (ada petugas khusus yang membantu).
Balik ke uang koinan, pas saya mengubek dompet, ternyata saya ingat, koinan itu saya letakan di kantong jaket, dan kemarin gak jaketan pas ke supermarket. Lalu saya cek dompet koinan yang biasanya memang tidak banyak isinya karena kalau ada, langsung saya masukin celengan neng Femke. Ketika saya buka dompet koin tersebut, cuma ada beberapa uang koinan nominal 20cent,10 dan 5cent. Tidak ada 50cent atau 1€.
Akhirnya.Saya kumpulkan koinan semuanya yang ada hingga terkumpul mencapai 50cent, saya niat menukarkan ke petugas yang sedang jaga depan pintu masuk untuk menyemprotkan spray disinfection ke setiap trolley belanja.
Beliau tampaknya mengetahui jika saya mau menukar uang koin. Karena ketika kami menuju kepadanya sebelum saya sempat menyapanya, beliau langsung menghampiri saya. Memberikan uang koin Plastik warna biru, sambil berkata
"Sie konnen es benutzen. (Anda bisa menggunakannya)."
" Danke. Aber ich mochte das Geld wechseln. (Saya bilang terimakasih, saya mau tukar saja)", sambil saya menunjukan koinan Euro yang saya punya.
"Nein. Alles okay. Einfach es benutzen. (tidak apa-apa. Anda pakai saja)".
Lalu petugas tersebut bertanya"
Sie sind kommen aus Indonesien?"(Apakah Anda berasal dari Indonesia?)".
Wow, saya suprise juga kok beliau tahu asal saya.
Saya jawab
"Bagaimana Anda mengetahui asal saya. Apakah anda tinggal disini?" (Karena kampung kami kecil, biasanya saling mengenal satu sama lain).
Dia tersenyum sambil jawab, saya tinggal di Kota Bremen.
Saya mengetahui asal kamu. Karena dari penampilan kamu dengan hijab serta paras wajah asia kamu. Menandakan asal orang Indonesia. Oh iya satu lagi, karena kamu ramah dan selalu tersenyum. Itu tanda orang Indonesia yang saya tahu. (sambil dia tersenyum)
Ketika mendengar jawabannya. Ah saya jadi ikutan tersenyum lagi juga bersamanya.
"Anda berasal dari negara mana?" Penasaran saya tanya beliau. Karena wajahnya tampak seperti orang arab, tapi bukan wajah Turki atau Negara timur tengah lainnya yang biasa saya temui selama tinggal di Jerman.
"Asal saya dari Afghanistan", sahut beliau.
Achso (oh begitu) . Jawab saya, sambil saya membaca nametag nya tertera nama Massary.
"Assalamualaikum" ucap saya kemudian.
"Waalaikum salam" . Jawabnya.
Kemudian dia menyapa Neng Femke yang berdiri di sebelah saya . "Siapa nama kamu? Kamu cantik sekali. Masha Allah"
Femke yang menyimak perbincangan kami sebelumnya. Menatap saya untuk meminta persetujuan saya untuk menjawab namanya (Anak di Jerman dibiasakan tidak memberikan nama kepada orang asing yang baru ditemui). Saya mengangguk. Lalu dia menjawab namanya.
Kemudian saya pamit kepada Massary untuk masuk dahulu buat belanja. Sambil saya bilang "nanti saya kembalikan koinnya".
Kami masuk, belanja semua keperluan. Di dalam supermarket neng Femke bertanya, "mama kenapa staff supermarket tadi tahu kalau mama berasal dari Indonesia?"
"Iya. Indonesia itu luas dan terkenal nak. Makanya Femke harus bangga punya darah Indonesia dan bisa bahasa Indonesia. Karena banyak orang tahu negara Indonesia".
(Saya selalu memotivasi Neng Femke untuk selalu bangga kepada setengah negaranya dan bahasa Ibunya)
Lalu setelah selesai belanja, saya balikin trolley dan semua belanjaan sudah rapih masuk ke keranjang sepeda. Saya balik menuju ke pintu masuk untuk kembalikan koinnya yang di pinjamkan Massary tadi.
Dia menjawab, "tidak usah. Anda simpan saja untuk dipakai kalau lupa bawa koin lagi buat belanja lain waktu"
Saya bilang"gak usah saya punya di rumah".
"Tidak apa-apa, saya juga punya banyak" . Sambil dia keluarkan dari kantong kemeja kerjanya koinan plastik biru hampir setengah genggam tangannya.
"Simpan saja untuk anda". Beliau mengulangi.
"Baiklah kalau begitu. Terimakasih banyak sekali lagi. Bleibt gesund (stay healthy) semoga selalu sehat" Ucap saya.
"InshaAllah" jawabnya.
.
.
#CeritaEmakF
Senin, 01 Juni 2020
Kamis, 09 Januari 2020
Eine frohes neues Jahr 2020
Selamat tahun baru 2020 untuk semua pembaca blog saya.
Lama banget saya tidak menulis di Blog. Iya, Karena sibuk kerja dan ngurus keluarga.
Tapi saya memang lebih aktif juga di FB. Selalu rutin menulis disana.
Bismillah awal tahun 2020 ini. Mau aktif dan semangat lagi berbagi kisah kembali di Blog.
Aamiin
Lama banget saya tidak menulis di Blog. Iya, Karena sibuk kerja dan ngurus keluarga.
Tapi saya memang lebih aktif juga di FB. Selalu rutin menulis disana.
Bismillah awal tahun 2020 ini. Mau aktif dan semangat lagi berbagi kisah kembali di Blog.
Aamiin
Senin, 30 Juli 2018
Kehamilan
Never give up on something that you can't go a day without thinking about.
There's no words that can express, how I really want to be a mother.
Every pregnancy announcement is devastating.
Not because I'm not happy for them, but because I'm sad for myself.
Status diatas adalah status salah satu teman saya yang sedang menantikan kehadiran seorang anak, pas buka FB langsung muncul di timeline saya pertama kali adalah status teman saya tersebut diatas, saya pun berkomentar di postingan teman saya : ''I feel you, but keep faith in ALLAH SWT. Jangan lelah meminta dan ikhtiar. Insha Allah semuanya sudah Allah Atur . Nanti kalau sudah waktunya datang pasti akan kita semakin takjub dengan semua yang Allah berikan.''
Well, saya langsung teringat pengalaman saya empat tahun yang lalu, ketika sudah lebih menikah hampir setahun dan tidak ada tanda tanda hamil juga, ditambah semua teman teman dekat saya yang menikah nya hampir bersamaan dengan saya sudah pada hamil semua, terbersit perasaan di hati saya yang selalu bertanya juga kepada Allah SWT' Kapan giliran saya di kasih hamil? Saat itu hampir di setiap doa doa saya dalam Sholat selain doa untuk Ibu Bapak serta keluarga, pastilah doa doa meminta kepada Allah SWT untuk segera memberikan saya kehamilan, selalu saya panjatkan tidak henti henti nya.
Sampai pada akhir nya Allah kabulkan doa doa saya tersebut. Yang akhir nya saya pun hamil (Ah ketika saya menulis ini air mata saya kok jadi mengalir yah) saya jadi mewek bukan karena saya sedih tapi saya bahagia, karena terkadang Janji Allah SWT itu memang pasti, namun kita sebagai manusia kadang dan bahkan selalu tidak sabaran agar Allah SWT menyegerakan janji Nya tersebut.
Padahal semua sudah di atur oleh Nya dan kita hanya menjalani Nya semua dengan sebaik baik nya dan selalu berbaik sangka pada Nya. Itulah manusia memang benar bahwasanya kita kadang manusia itu adalah selau tidak sabar dalam segala sesuatu dalam hal di hidup ini, dan benar bahwasanya pula bahwasaya sabar itu adalah salah satu kunci masuk surga. Semoga kita selalu termasuk orang-orang yang bersabar dalam semua ketetapan Allah.
Ketika berumroh, teman saya mengatakan kepada saya untuk titip doa, agar bisa menyusul saya pergi ke Tanah Suci, juga bisa memberangkatkan orang tua pergi ke Tanah Suci dan memohon doakan beliau dan suami agar Allah memberikan keturunan dan di karunia Allah rezeki anak.
Saya mengucapkan semua doa yang teman saya titipkan. Mengabarkan teman saya setelahnya. Sambil terus mendoakan teman saya, meminta kepada Allah untuk mengabulkannya.
-----
Tulisan di atas saya tulis beberapa bulan yang lalu dan saat itu saya belum sempat publish di Blog, saya sudah tulis dan hanya menyimpan nya.
Qodarullah. Teman saya tersebut sekarang sedang hamil. Ketika mendengar kabar kehamilan nya, saya ikut berbahagia. Saya ucapkan kepadanya Selamat. Doa doa saya ketika umroh dikabulkan Allah setahun kemudian.
Teman saya menjawab. Memang semua sudah Allah atur. Allah memberikan semua tepat pada waktunya.
Ya.. Semua Allah berikan tepat pada waktunya, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
Yakinlah selalu kepada Allah.
Bremen, 30.07.2018
There's no words that can express, how I really want to be a mother.
Every pregnancy announcement is devastating.
Not because I'm not happy for them, but because I'm sad for myself.
Status diatas adalah status salah satu teman saya yang sedang menantikan kehadiran seorang anak, pas buka FB langsung muncul di timeline saya pertama kali adalah status teman saya tersebut diatas, saya pun berkomentar di postingan teman saya : ''I feel you, but keep faith in ALLAH SWT. Jangan lelah meminta dan ikhtiar. Insha Allah semuanya sudah Allah Atur . Nanti kalau sudah waktunya datang pasti akan kita semakin takjub dengan semua yang Allah berikan.''
Well, saya langsung teringat pengalaman saya empat tahun yang lalu, ketika sudah lebih menikah hampir setahun dan tidak ada tanda tanda hamil juga, ditambah semua teman teman dekat saya yang menikah nya hampir bersamaan dengan saya sudah pada hamil semua, terbersit perasaan di hati saya yang selalu bertanya juga kepada Allah SWT' Kapan giliran saya di kasih hamil? Saat itu hampir di setiap doa doa saya dalam Sholat selain doa untuk Ibu Bapak serta keluarga, pastilah doa doa meminta kepada Allah SWT untuk segera memberikan saya kehamilan, selalu saya panjatkan tidak henti henti nya.
Sampai pada akhir nya Allah kabulkan doa doa saya tersebut. Yang akhir nya saya pun hamil (Ah ketika saya menulis ini air mata saya kok jadi mengalir yah) saya jadi mewek bukan karena saya sedih tapi saya bahagia, karena terkadang Janji Allah SWT itu memang pasti, namun kita sebagai manusia kadang dan bahkan selalu tidak sabaran agar Allah SWT menyegerakan janji Nya tersebut.
Padahal semua sudah di atur oleh Nya dan kita hanya menjalani Nya semua dengan sebaik baik nya dan selalu berbaik sangka pada Nya. Itulah manusia memang benar bahwasanya kita kadang manusia itu adalah selau tidak sabar dalam segala sesuatu dalam hal di hidup ini, dan benar bahwasanya pula bahwasaya sabar itu adalah salah satu kunci masuk surga. Semoga kita selalu termasuk orang-orang yang bersabar dalam semua ketetapan Allah.
Ketika berumroh, teman saya mengatakan kepada saya untuk titip doa, agar bisa menyusul saya pergi ke Tanah Suci, juga bisa memberangkatkan orang tua pergi ke Tanah Suci dan memohon doakan beliau dan suami agar Allah memberikan keturunan dan di karunia Allah rezeki anak.
Saya mengucapkan semua doa yang teman saya titipkan. Mengabarkan teman saya setelahnya. Sambil terus mendoakan teman saya, meminta kepada Allah untuk mengabulkannya.
-----
Tulisan di atas saya tulis beberapa bulan yang lalu dan saat itu saya belum sempat publish di Blog, saya sudah tulis dan hanya menyimpan nya.
Qodarullah. Teman saya tersebut sekarang sedang hamil. Ketika mendengar kabar kehamilan nya, saya ikut berbahagia. Saya ucapkan kepadanya Selamat. Doa doa saya ketika umroh dikabulkan Allah setahun kemudian.
Teman saya menjawab. Memang semua sudah Allah atur. Allah memberikan semua tepat pada waktunya.
Ya.. Semua Allah berikan tepat pada waktunya, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
Yakinlah selalu kepada Allah.
Bremen, 30.07.2018
Selasa, 10 Oktober 2017
Seminar Parenting ' KENALI ANAK ANDA'
Seminar
parenting. 02.09.2017
Bismillah...
Sebenar
nya, saya sudah menulis rangkuman tentang seminar parenting ini kira
kira 2 Minggu yang lalu di Status FB, namun saya belum sempat save
dan ada salah klik tombol komputer. Byarrr semua hilang seketika
teman teman... Ibarat pohonan saat itu juga saya tumbang wakakakaka
(Lebay engga sih) ya iya, gimana engga lebay karena tulisan nya sudah
cukup panjangggggggggggggggggg dan komplet hampir THE END tapi
tiba-tiba hilang.
Ingin
nya sih saat itu langsung menulis ulang lagi, tapi waktu yang tidak
memungkinkan dan juga mood saya sudah terlanjur down (Halah) apa coba
wakakaka. Jadi saya putuskan untuk menulis di lain kesempatan dan
kebetulan juga akan di adakan seminar berikut nya yang jarak nya
tidak terlalu jauh dan saya pikir akan saya tulis rangkuman tersebut
setelah seminar lanjutannya.
Seminar
lanjutan nya sudah di adakan pada tanggal 30.09.2017 lalu. Dan dalam
seminar lanjutan tersebut kami disini kebanyakan sesi tanya jawab
dari tema seminar pertama tanggal 02.09.2017. Biasalah yah Emak-emak
kalau masih bisa ada yang di tanyakan yah ditanyakan aja apalagi bisa
curhat hihihihi. (Bukan itu sih teman teman alasan nya, karena memang
materi sudah tersampaikan semua di seminar parenting pertama)
Nah
saat ini mumpung si bocil sedang bobo siang dan mood saya untuk
menulis juga sedang OK bingitz jadilah saya akan buat rangkuman
tentang seminar parenting tersebut yah teman teman :)
Oh
yah, seminar parenting ini di adakan oleh salah satu organisasi yang
menaungi warga perantau Indonesia yang ada di Bremen yaitu Organisai
DIB (Diaspora Indonesia Bremen). Awal nya seminar
ini di adakan karena saat itu sedang terjadi marak marak nya berita
kekerasan kepada Anak di Nusantara terutama kasus tentang kekerasan
sexsual kepada anak anak.
Kami
disini para ibu ibu Indonesia di rantau pun menjadi ikut sedih dan
geram dan sedikit khawatir juga terhadap putra putri kami yang
sebenar nya saat ini kami tidak tinggal di Indonesia namun kejahatan
terhadap anak itu dalam apapun bentuk nya sangat rentan terjadi
kepada anak anak dimanapun kita berada. Untuk membekali hal hal
pengetahuan seputar sex pada anak, saat itu di adakan seminar tentang
tema EDUKASI SEX PADA ANAK SEJAK USIA DINI. Menarik sekali tema nya
dan sangat bermanfaat sekali terutama untuk saya pribadi dan teman
teman yang baru menyandang status menjadi ibu.
Tapi
di kesemptan kali ini saya bukan akan menulis tentang tema diatas,
melainkan Tema yang terbaru yang di seminar kami hadiri di awal bulan
September yang lalu. Insha Allah tema tentang Edukasi Sex Pada anak
sejak usia dini akan saya tuliskan di lain kesempatan yah teman
teman.
Hehehehe
panjang yaaa intro nya :)
Baiklah
teman teman, untuk tema yang akan saya rangkumkan kali ini Tema
'KENALI
ANAK ANDA'
Tema
ini menarik sekali, terutama buat teman teman perempuan yang baru
menikah dan akan program hamil, atau ada teman teman yang saat ini
sudah menikah dan sudah hamil dan akan menjadi calon ibu, atau ada
teman teman yang baru menjadi ibu baru (seperti saya contohnya)
hehehe atau ada juga teman teman yang sudah menjadi ibu belasan atau
puluhan tahun dan mungkin akan punya cucu. Insha Allah semua bisa
membaca dan mempelajari nya (ya ampun kaya sekolah yah kita belajar)
hehehehe tapi memang benar teman teman ternyata ilmu parenting itu
adalah ilmu seumur hidup yang gak ada sekolah nya :)
Oh
yah, saya lupa mengucapkan terimakasih juga untuk ibu Lusi Triyani,
terimakasih yang sebanyak banyak nya untuk Ibu Lusi yang sudah dengan
sabar membimbing dan memberi arahan pada seminar parenting selama
ini, terimakasih untuk mengingatkan kami bahwa dunia parenting itu
adalah dunia yang menyenangkan dan anak anak adalah anugerah yang tak
terhingga dari Allah.
Bu
Lusi adalah psikologi dan psikiater yang saat ini tinggal di Bremen.
Serta sudah banyak sekali menangani kasus kasus tentang dunia
parenting selama di Indonesia dan hingga saat ini pun masih banyak
pasieen pasien yang Ibu Lusi tangani, walau beliau sudah jauh dari
Indonesia. Bu Lusi semoga Allah membalas segala kebaikan ibu Lusi
yah. Aamiin
Kembali
lagi di Tema ' Kenali Anak Anda'
Pada
awal seminar di mulai, Ibu Lusi memberikan kami semua secarik kertas.
Untuk nanti nya kami menuliskan jawaban dari pertanyaan yang akan
beliau sampaikan.
Waduh
kami semua sudah saling pandang dalam seminar tersebut karena takut
mendapatkan pertanyaan yang sulit wakakaka lagi lagi berasa lagi
ujian di sekolah :D
Pertanyaan
nya ternyata mudah dan walau buat jawaban nya jadi kita semua mikir
juga sih hihihhi. Nah teman teman semua yang baca tulisan ini, bisa
juga ikutan siapin secarik kertas dan jawab dari pertanyaan yang di
berikan ibu Lusi tersebut. Seru deh saya jamin hehehe. (Film kali
seru) :D :D
Jika
teman teman sudah siapkan secarik kertas dan pulpen. Maka siap siap
ikutan jawab juga yah :)
Pertanyaan
nya adalah sebagai berikut : ' INGIN MENJADI ORANG TUA SEPERTI APAKAH
KITA TERHADAP ANAK KITA? '
Gampang
kan teman teman pertanyaan nya hehehe. Yukkkk kalau sudah teman teman
jawab, saya akan lanjut yaah :)
Sengaja
saya berikan spasi kosong lumayan jarak nya jauh agar ada teman teman
buat waktu untuk menjawab dan tidak langsung membaca tulisan saya di
paragraf berikut nya hihihi.
Dari
jawaban yang kami semua kumpulkan, bu Lusi melihat bahwa jawaban kami
akan di bagi beberapa kategori suara terbanyak sampai suara yang
terendah.
Berikut
jawaban kami semuanya. Dari pertanyaan ' ' INGIN MENJADI ORANG TUA
SEPERTI APAKAH KITA TERHADAP ANAK KITA? '
Nomer
1 : Ingin menjadi Orang Tua yang sekaligus sahabat bagi anak-anak
Nomer
2 : Ingin menjadi Orang Tua yang di sayangi anak-anak
Nomer
3 : Ingin menjadi Orang Tua yang di hormati anak-anak
Nomer
4 : Ingin menjadi Orang Tua yang bisa mendidik anak dengan baik
Nomer
5 : Ingin menjadi Orang Tua yang bijaksana kepada anak-anak
Nomer
6 : Ingin menjadi Orang Tua yang bahagia
Nomer
7 : Ingin menjadi Orang Tua yang sabar
Nomer
8 : Ingin menjadi Orang Tua tegas
Ternyata,
hasil jawaban kami semua diatas tidak terlalu jauh hasilnya dengan
hasil survey yang di adakan dalam dunia parenting dimanapun berada.
Menurut
survey yang di inginkan orang Tua, menjadi orang tua seperti apakah
terhadap anak-anak adalah dibagi dalam 4 kategori yaitu sebagai
berikut :
- Orang Tua yang di Hormati
- Orang Tua yang Takuti
- Orang Tua sebagai Sahabat
- Orang Tua yang di Sayangi
(Nahhh
teman-teman termasuk kategori yang mana nih? :D , Kalau teman teman
sudah menjawab , saya lanjut yah menulis nya :)
Ternyata
keinginan kita tersebut nantinya akan menjadikan dasar kita sebagai
Orang Tua dalam hal Pola Asuh Anak-Anak Kita loh :)
Pola
Asuh menurut Survey dunia parenting di bagi juga menjadi 4 kategori,
sebagai berikut :
- Pola asuh Demokratis
- Pola asuh Otoriter
- Pola asuh Permisif
- Pola asuh Terlantar
Untuk
pola asuh yang di gunakan oleh orang Tua yang sesuai pertanyaan : ' '
INGIN MENJADI ORANG TUA SEPERTI APAKAH KITA TERHADAP ANAK KITA? '
Biasanya kebanyakan pola asuh nya seperti di bawah ini :
Orang
Tua yang termasuk kategori 'Orang Tua yang ingin di hormati' Biasanya
akan menerapkan pola asuh kepada anak anak adalah secara Demokratis
dan Otoriter.
Orang
Tua yang termasuk kategori 'Orang Tua yang ingin di takuti 'Biasanya
akan menerapkan pola asuh Otoriter.
Orang
Tua yang termasuk kategori 'Orang Tua sebagai Sahabat' Biasanya akan
menerapkan pola asuh Demokratis
Orang
Tua yang termasuk kategori 'Orang Tua yang di Sayangi' Biasanya akan
menerapkan pola asuh Permisif
Ibu
Lusi kemudian melanjutkan, Apa aja sih dan bagaimana sih tanda tanda
nya untuk kita mengetahui akibat dari Pola Asuh yang kita terapkan
sebagai orang tua terhadap anak anak kita.
Berikut
ini adalah tanda-tanda yang sering terjadi atau di temui pada diri si
anak dalam pola asuh kategori 1 s/d 4.
1.
Demokratis : Anak-anak yang di besarkan dengan pola asuh demokratis,
biasanya :
-
Gaul (Pandai bersosialasi)
- Bertanggung Jawab
- Flexsibel ( Jika masuk ke lingkungan sosial)
2.
Otoriter : Anak-anak yang di besarkan dengan pola asuh Otoriter
(Penuh Ancaman), biasanya :
- Penurut di rumah, namun di luar rumah tidak akan lagi sebagai anak yang penurut
- Rentan terhadap stress.
3.
Permisif : Anak-anak yang di besarkan dengan pola asuh Permisif,
biasanya :
- Kurang Tanggung Jawab
- Tidak mau kalah
- Tidak bertoleransi
- Impulsif (seperti Seorang BOS)
- Tidak bisa di kritik
- Cepat Marah
4.
Terlantar : Anak-anak yang di besarkan dengan pola asuh Terlantar
(Dalam telantar hal ini adalah bukan nya kita sebagai orang tua yang
menelantarkan anak-anak yah teman teman, namun dalam hal ini adalah
Terlantar dalam artian kita sebagai orang Tua yang sibuk dengan
Bekerja). Anak- anak yang di besarkan dengan pola asuh terlantar,
biasanya :
-
Impulsif
-
Temperamental
Nah
penjelasan mengenai pertanyaan yang di berikan oleh Ibu Lusi sudah
semuanya nih teman-teman :) Semoga kita bisa menelaah dan meninjau
yah kira kira selama ini kita menerapkan pola asuh yang mana untuk
anak anak.
Ibu
Lusi menyampaikan, pola asuh terbaik dari empat kategori diatas
adalah sistem Demokrasi. Dimana sebagai orang Orang Tua, kita tidak
akan pernah memaksakan kehendak atau kemauan kepada anak.anak nya,
selalu menjadi pendengar yang baik untuk anak anak serta selalu
berdiskusi kepada anak-anak dalam hal apapun.
Selain
Demokratis, Otoriter pun boleh kita terapkan namun sedikit saja
kadarnya dan dalam koridor atau batasan-batasan tertentu yang menurut
orang tua hal tersebut akan membahayakan anak-anak.
Baiklah
saya lanjut kembali ya teman teman, dalam Tema KENALI ANAK ANDA ini,
Bu Lusi kemudian menjelaskan ' Bahwa menurut Erik Erikson (Seorang
ahli analisa jiwa dari Amerika yang terlahir di Frankfurt - Jerman
pada tanggal 15 Juni 1902. Beliau membuat kontribusi-kontribusi utama
dalam pekerjaannya di bidang psikologi pada pengembangan anak dan
pada krisis identitas )
Dalam
hal perkembangan anak. Erik Erikson membagi fase-fase tumbuh kembang
anak anak adalah sebagai berikut :
- Fase Bayi ( Usia 0- 1 Tahun)
- Fase Anak-anak (Usia 1-3 Tahun)
- Fase Bermain (Usia 3-6 Tahun)
- Fase Sekolah (Usia 6/7 – 12 Tahun)
- Fase Remaja (Usia 12-20 Tahun)
- Fase Dewasa Awal (20 – 30 tahun)
Sebagai
orang tua hendak nya kita sudah mengetahui fase-fase diatas dalam
masa tumbuh kembang anak, sehingga mudah bagi kita atau sebagai acuan
dan arahan serta untuk mengetahui apa yang semestinya kita lakukan
terhadap anak anak dan bagaimana menghadapi fase-fase tersebut kepada
anak anak kita.
Sebagai
orang tua, apa yah yang harus kita lakukan dalam hal fase – fase
diatas. Ibu Lusi memberikan gambaran singkat (karena terbatas nya
waktu seminar pula) Hehehe
Berikut
ini penjelasan nya :
1.
Bayi (Usia 0-1 tahun)
Kita
disini sebagai orang tua harus memperhatikan dan merangsang
perkembangan anak-anak yang berhubungan dengan sistem motorik anak
baik motorik kasar atau motorik Halus.
Dalam
hal ini Saya sudah pernah juga menulis di Blog saya ini tentang
tumbuh kembang anak yang saya sadur dari Majalah Ayah Bunda. Untuk
lengkapnya, perkembangan fase Bayi ini bisa di baca di Link ini ya
teman teman
http://tutifruitty.blogspot.de/2014/11/10-tahap-penting-perkembangan-bayi.html
hehehehe
karena kalau saya ulang menulisnya akan jadi panjang sekali :D
2.
Fase Anak-anak (Usia 1-3 Tahun)
Kita
disini sebagai orang tua harus hati-hati dalam bicara serta berplikau
karena dalam fase ini anak sedang dalam fase suka meniru.
3.
Fase Bermain (Usia 3-6 Tahun)
Kita
disini sebagai orang tua harus hati-hati serta bersabar dalam
menghadapi anak-anak pada fase ini karena pada fase ini anak-anak
akan memasuki masa Tantrum, dalam menghadapi anak yang tantrum kita
sebagai orang tua hendak nya jangan selalu mengatakan TIDAK BOLEH
atau AWAS KALAU KAMU TIDAK MENURUT YAH.
Dalam
fase ini juga adalah fase perkembangan Emosi Anak. Kita sebagai orang
tua harus mulai ajari dan harus sudah tuntas mengajari anak-anak
mengenal emosi seperti ' Senang/Bahagia, Marah, Sedih, Kecewa. Di
usahakan sebelum si anak akan masuk sekolah dasar (SD). Karena jika
tidak di selesaikan. Ketika dewasa akan berlanjut sifat-sifat yang
buruk di anak.
4.
Fase Sekolah (Usia 6/7 – 12 Tahun)
Dalam
fase ini ideal nya usia masuk sekolah dasar adalah usia 7 Tahun
karena secara mental sudah siap dan sudah matang secara motorik.
5.
Fase Remaja (Usia 12-20 Tahun)
Dalam
fase ini anak anak biasanya akan selalu SAMA dengan teman-teman nya,
dan kita sebagai orang tua harus banyak bicara dan mendengarkan
keinginan nya. Disini kita harus menjadi sahabat anak-anak. Dan juga
mengenal tema-teman nya.
Ada
kesepakatan BOLEH dan TIDAK BOLEH antara orang tua dan anak.
Dalam
fase Remaja ini yang harus lebih dekat ke anak-anak adalah BAPAK.
Karena Bapak itu lebih tegas (Bukan nya kita sebagai ibu tidak bisa
tegas ya teman-teman hehehe, namun kita kadang sebagai ibu itu suka
kebanyakan bicara yang panjang kali lebar kalau sudah bicara ke anak
hehehehe (Istilahnya Cerewet/Bawel) gitu lah :) atau kadang kita
sebagai Ibu/Perempuan selalu terbawa perasaan hehehe.
Jadi
di sarankan memang BAPAK saja yang harus lebih banyak bicara ke anak
apabila semisal ada hal-hal yang akan orang Tua bicarakan kepada
Anak.
Dalam
fase Remaja ini juga. Anak-anak akan sibuk dengan Baju. Karena ingin
terlihat tampan/cantik. Dan ingin di terima oleh lingkungan
teman-teman nya.
Jadi
ibu bapak sekalian jangan kaget yah semisal anak-anak kita sudah
memasuki masa remaja dan kamarnya berantakan hihihihi apalagi kalau
kita ajak kondangan atau pesta atau mau pergi kemana yang selalu
gonta ganti baju sebelum berangkat hehe atau sehari-haripun selalu
sibuk gonta-ganti baju. Itu tanda nya anak-anak kita dalam fase
normal hehehehehe
6.
Fase Dewasa Awal (20 – 30 tahun)
Dalam
fase ini kita sebagai orang Tua harus sering berdiskusi kepada
anak-anak karena anak-anak sudah memikirkan tentang masa depan nya.
Di
akhir seminar, ibu Lusi juga memberikan TIPS kepada kita sebagai
orang Tua hendaknya HARUS KLOP dalam hal pengasuhan anak. Maksud klop
disini adalah harus satu suara dalam apapun hal/keputusan yang kita
lakukan atau berikan kepada anak anak.
Untuk
Para Ibu, harus menunjukan kepada anak-anaknya bahwa Ibunya itu
adalah sayang dan cinta sekali kepada Bapaknya.
Untuk
para ayah, Suami harus menyayangi istrinya. Tunjukan di depan
anak-anak.
Jangan
Pernah menjelek-jelekan Ibu/Bapak di depan anak-anak
Kelak
anak-anak akan belajar bahwa orang tua mereka saling menyayangi dan
mencintai satu sama lain. Walau semisal terjadi perpisahan. Tetap
katakan kepada anak-anak bahwa IBU/BAPAK mereka adalah yang terbaik
untuk anak-anak.
SEHINGGA
ANAK-ANAK MENJADI BAHAGIA.
Demikianlah
teman teman Rangkuman ini. Dan semoga bisa bermanfat untuk
teman-teman semua yang membacanya.Terutama para orang Tua. Agar kita
bisa menjalankan tugas dan amanah yang di berikan oleh Sang Maha
Pencipta kepada kita yaitu sebagai orang tua yang baik. Aamiin.
Bremen,
08.09.2017
Sabtu, 27 Mei 2017
Happy 5th Wedding Anniversary
Bismillah..
Rasanya baru kemarin, di tanggal hari ini serta di jam yang sama di Jam 09 pagi, saya dan calon suami yang masih deg deg an untuk melaksanakan Ijab Qobul. Momen yang sangat bahagia untuk kami berdua. Momen di mana kami menyempurnakan separuh Agama kami.
Rasanya masih teringat jelas pesan pesan Pak Penghulu yang menyampaikan Tauziah Singkat kepada kami berdua tentang makna pernikahan. Insha Allah hingga hari ini kami masih mengingat semua pesan yang beliau berikan kepada kami dan insha Allah kami bisa melaksanakan nya selama nya, membina rumah tangga yang Sakinah, Mawaddah dan Warohmah. Aamiin.
Rasanya saya masih terharu dan kembali haru saat ini, ketika kami berdua bersalaman kepada orang tua kami untuk meminta restu untuk meridhoi pernikahan kami. Air mata tak bisa di bendung, terutama saya yang sangat terharu dan sedih bahagia. Terharu karena saya sebentar lagi akan berpisah dengan orang Tua saya untuk ikut suami dan sedih karena mungkin banyak dosa dosa saya selama ini kepada orang tua dan belum cukup untuk lebih banyak berbakti kepada mereka untuk membahagiakan nya selama saya tinggal bersama mereka. Namun semua menjadi indah ketika kedua orang Tua saya berpesan, kami ridho Nak dan mulai sekarang patuhi dan taati suami mu, karena sekarang Surga mu ada bersama suami mu. Kami Ridho dan insha Allah Pernikahan kalian pun akan di Ridhoi Allah. Tangis pun semakin menjadi dan Alhamdulillah doa serta restu orang tua kami mengiringi acara pernikahan kami. Cukuplah doa dan restu mereka menjadi pondasi yang kuat untuk pernikahan kami dan hari hari selanjut nya dalam kami menapaki biduk berumah tangga.
Rasanya benar benar campur aduk dan masih teringat semua nya detik detik saaat sang suami mengucapkan Ijab Qobul dengan lancar, di akhir nya semua Tamu dan Kerabat mengucapkan Alhamdulillah dan semua yang hadir merasakan kebahagian kami, karena hampir rata semua tamu yang hadir pun menyertai riuh tepuk tangan saat itu (hehehehe memang kami merayakan pernikahan di rumah orang tua saya yang memang masih tinggal di area perkampungan Jakarta) :D
Sekarang sudah 5 Tahun berlalu. Dan sayapun selalu mengucap syukur kepada Allah SWT atas pernikahan kami yang sudah melewati usia pernikahan 5 tahun, semoga pernikahan kami akan terus Allah berkahi dan rahmati. Aamiin.
Sekarang sudah 5 Tahun berlalu. Banyak suka dan juga duka yang kami lewati, kami pun bersyukur atas semua batu kerikil dan ujian yang datang. Yang semua nya menjadikan kami lebih saling menyayangi, mengasihi dan semakin mencintai satu sama lain. Bukan kah kebahagiaan dan kedukaan itu adalah sama sama ujian dari Allah? insha Allah kami akan selalu bersama sama saling menguatkan dan saling dukung satu sama lain. Karena kami percaya bahwa suami istri itu adalah mitra. Mitra untuk menjadi lebih baik terus diantara banyak nya kekurangan kami. Serta mitra untuk selalu taat kepada Allah SWT.
Ya Allah berkahi lah selalu pernikahan kami ini
Aamiin ya Robbal Alamin.
Bremen,
27.05.2017
Rasanya baru kemarin, di tanggal hari ini serta di jam yang sama di Jam 09 pagi, saya dan calon suami yang masih deg deg an untuk melaksanakan Ijab Qobul. Momen yang sangat bahagia untuk kami berdua. Momen di mana kami menyempurnakan separuh Agama kami.
Rasanya masih teringat jelas pesan pesan Pak Penghulu yang menyampaikan Tauziah Singkat kepada kami berdua tentang makna pernikahan. Insha Allah hingga hari ini kami masih mengingat semua pesan yang beliau berikan kepada kami dan insha Allah kami bisa melaksanakan nya selama nya, membina rumah tangga yang Sakinah, Mawaddah dan Warohmah. Aamiin.
Rasanya saya masih terharu dan kembali haru saat ini, ketika kami berdua bersalaman kepada orang tua kami untuk meminta restu untuk meridhoi pernikahan kami. Air mata tak bisa di bendung, terutama saya yang sangat terharu dan sedih bahagia. Terharu karena saya sebentar lagi akan berpisah dengan orang Tua saya untuk ikut suami dan sedih karena mungkin banyak dosa dosa saya selama ini kepada orang tua dan belum cukup untuk lebih banyak berbakti kepada mereka untuk membahagiakan nya selama saya tinggal bersama mereka. Namun semua menjadi indah ketika kedua orang Tua saya berpesan, kami ridho Nak dan mulai sekarang patuhi dan taati suami mu, karena sekarang Surga mu ada bersama suami mu. Kami Ridho dan insha Allah Pernikahan kalian pun akan di Ridhoi Allah. Tangis pun semakin menjadi dan Alhamdulillah doa serta restu orang tua kami mengiringi acara pernikahan kami. Cukuplah doa dan restu mereka menjadi pondasi yang kuat untuk pernikahan kami dan hari hari selanjut nya dalam kami menapaki biduk berumah tangga.
Rasanya benar benar campur aduk dan masih teringat semua nya detik detik saaat sang suami mengucapkan Ijab Qobul dengan lancar, di akhir nya semua Tamu dan Kerabat mengucapkan Alhamdulillah dan semua yang hadir merasakan kebahagian kami, karena hampir rata semua tamu yang hadir pun menyertai riuh tepuk tangan saat itu (hehehehe memang kami merayakan pernikahan di rumah orang tua saya yang memang masih tinggal di area perkampungan Jakarta) :D
Sekarang sudah 5 Tahun berlalu. Dan sayapun selalu mengucap syukur kepada Allah SWT atas pernikahan kami yang sudah melewati usia pernikahan 5 tahun, semoga pernikahan kami akan terus Allah berkahi dan rahmati. Aamiin.
Sekarang sudah 5 Tahun berlalu. Banyak suka dan juga duka yang kami lewati, kami pun bersyukur atas semua batu kerikil dan ujian yang datang. Yang semua nya menjadikan kami lebih saling menyayangi, mengasihi dan semakin mencintai satu sama lain. Bukan kah kebahagiaan dan kedukaan itu adalah sama sama ujian dari Allah? insha Allah kami akan selalu bersama sama saling menguatkan dan saling dukung satu sama lain. Karena kami percaya bahwa suami istri itu adalah mitra. Mitra untuk menjadi lebih baik terus diantara banyak nya kekurangan kami. Serta mitra untuk selalu taat kepada Allah SWT.
Ya Allah berkahi lah selalu pernikahan kami ini
Aamiin ya Robbal Alamin.
Bremen,
27.05.2017
Rabu, 17 Mei 2017
35 Bulan Usia Mu, Anak Kami Tersayang.
Nak, Hari ini genap usia Mu memasuki 35 Bulan. Di FB mama ada muncul Foto kamu yang mama posting ketika kamu berusia 11 Bulan, Di tanggal yang sama seperti hari ini, di 3 tahun yang lalu.
Saat itu kamu masih duduk di Baby Stroller mu :)
Waktu sangat cepat berlalu. Tak terasa usia mu hampir mendekati usia 3 Tahun saat ini. Dan sudah banyak hal yang kamu bisa lakukan, yang selalu membuat Mama Papa bangga kepada mu Nak.
Mama Tulis ini untuk mu Nak, kelak jika kau dewasa kau bisa membaca tulisan Mama ini.
Nak.. Hidup ini tidak akan selalu berjalan mulus seperti yang kita inginkan...justru dengan jalan yang berliku, menanjak, menurun bak Roller Coaster, kau akan belajar tentang arti kehidupan yang sesungguhnya.
Bahwa hidup ini adalah Ujian. Maka dari itu janganlah kau pernah sedikitpun berputus Asa atas pertolongan Allah SWT.
Mama Papa suatu hari nanti pasti akan meninggalkan mu. Tapi Allah SWT akan selalu bersama mu selama hidup mu di dunia dan hidup mu kelak di Akherat.
Saat itu kamu masih duduk di Baby Stroller mu :)
Waktu sangat cepat berlalu. Tak terasa usia mu hampir mendekati usia 3 Tahun saat ini. Dan sudah banyak hal yang kamu bisa lakukan, yang selalu membuat Mama Papa bangga kepada mu Nak.
Mama Tulis ini untuk mu Nak, kelak jika kau dewasa kau bisa membaca tulisan Mama ini.
Nak.. Hidup ini tidak akan selalu berjalan mulus seperti yang kita inginkan...justru dengan jalan yang berliku, menanjak, menurun bak Roller Coaster, kau akan belajar tentang arti kehidupan yang sesungguhnya.
Bahwa hidup ini adalah Ujian. Maka dari itu janganlah kau pernah sedikitpun berputus Asa atas pertolongan Allah SWT.
Mama Papa suatu hari nanti pasti akan meninggalkan mu. Tapi Allah SWT akan selalu bersama mu selama hidup mu di dunia dan hidup mu kelak di Akherat.
Nak.... jadikanlah Allah SWT satu satu nya sandaran hidupmu. Insha Allah hidup mu akan bermakna dan tidak akan sia sia.
Nak selagi mama papa sehat dan masih diberi umur panjang oleh Allah SWT. Do'a kami akan selalu menyertai langkah mu.
Terimakasih sudah banyak memberikan Mama Papa pelajaran berharga dengan kehadiran mu. Terutama arti kesabaran.
Terimakasih Nak karena hadir mu sangat memberi warna dalam hidup Mama & Papa.
Teruslah tumbuh dan jadilah dirimu sendiri. Cintailah Allah SWT di atas segala gala nya.
Insha Allah, Allah SWT akan memberikan barokah dalam hidup mu
❤️
Rasa syukur Mama Papa tidak akan pernah terhenti kepada Allah SWT karena telah menganugerahi kami kehadiran mu Nak..
Bremen. 17.05.2017
Nak selagi mama papa sehat dan masih diberi umur panjang oleh Allah SWT. Do'a kami akan selalu menyertai langkah mu.
Terimakasih sudah banyak memberikan Mama Papa pelajaran berharga dengan kehadiran mu. Terutama arti kesabaran.
Terimakasih Nak karena hadir mu sangat memberi warna dalam hidup Mama & Papa.
Teruslah tumbuh dan jadilah dirimu sendiri. Cintailah Allah SWT di atas segala gala nya.
Insha Allah, Allah SWT akan memberikan barokah dalam hidup mu
Rasa syukur Mama Papa tidak akan pernah terhenti kepada Allah SWT karena telah menganugerahi kami kehadiran mu Nak..
Bremen. 17.05.2017
Senin, 09 Januari 2017
Menyusul sang suami ke Jerman
Hallo Teman teman semua, apa kabar nya ? Sebelum nya mau ngucapin dulu HAPPY NEW YEAR 2017 yaaaaa. Semoga di tahun baru 2017 ini kita semua selalu di berikan kesehatan oleh Allah SWT, Berlimpah rezeki, tercapai semua mimpi mimpi kita menjadi kenyataan dan terus menjadi orang yang selalu bermanfaat untuk sesama.
Tidak terasa waktu cepat sekali berjalan dan sudah di tahun baru lagi, rasanya baru kemarin saya ber resolusi untuk menulis produktif di thn 2016 tapi ternyata semua belum terpenuhi hehehe karena jumlah tulisan saya di tahun 2016 cuma beberapa Post :D
Niat di tahun baru ini mau lebih banyak lagi nulis post yang mau nya sih selalu berkelanjutan dari post post sebelum nya karena memang sebelum lupa semua ide menulis nya hhehehe
Baiklah, saya langsung aja kali ini di Minggu awal Bulan Januari 2017, di cuaca yang sangat dinginnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn sekali buat saya di musim yang sudah dingin ini. Seperti contoh nya pagi tadi turun hujan Es dan sempat salju setengah hari. Namun matahari muncul bersinar terang ketika petang alhasil salju dan es nya meleleh di iringi angin yang kencang yang berakibat dingin nya luar biasa walau cuaca berkisar di 4 derajat tapi dingin nya serasa menusuk tulang.
Bawaan nya jadi malas kemana mana kalau udah cuaca dingin begini, yang ada hasrat makan pun semakin melambung hiihiihihi.
loh kok jd curhat sih wakakaka. Gpp yah man teman kan kata pengantar nama nya hihihi
Saya akan menceritakan kali ini tentang hari H menyusul suami saya ke Jerman alias Kepindahan saya ke Jerman :)
Yup, masih ingat dengan jelas pada hari Minggu tanggal 15 September 2012 Sore hari saya berangkat ke Bandara Internasional Soekarno Hatta-Tangerang dan akan terbang menuju Dusseldorf-Jerman. menggunakan pesawat Etihad Airlines.
Kenapa saya pilih terbang ke Kota Dusseldorf, padahal kan suami saya tinggal di Kota Bremen. Kebeneran saat mau pindah ke sini, saya masih berkerja di Kantor Biro Perjalanan Wisata dan banyak kenal teman teman yang berkerja di kantor airlines. Ada teman yang berkerja di Etihad Airlines dan menawarkan harga promo yang murahhhhhh banget buat terbang ke Berbagai negara Eropa, salah satu nya negara Jerman. Karena Etihad Airlines saat itu belum banyak terbang ke banyak kota di Jerman, hanya beberapa kota besar saja di antara nya Dusseldorf ini yang kebetulan juga jarak nya tidak terlalu jauh jarak tempuh ke Bremen dengan mobil dibanding kota kota lain seperti Frankfurt atau Stuttgart yang bisa makan waktu 6Jam dengan mengendarai mobil.
Nah karena harga murah tersebut juga saya pilih Etihad Airlines :) Kan lumayan banget loh yang harga tiket sekali Jalan saat itu bisa sekitar 800-900 Euro biasanya, Etihad hanya kasih harga setengah nya (saya bukan promosi Etihad Airlines yah) hehehe, siapa juga yang gak mau yah teman teman kalau dapat harga lebih murah kenapa beli yang lebih mahal hehehe (Ini Jiwa ibu ibu sekali loh saya) Langsung lah saat itu saya minta teman saya bookingkan tiket saya tersebut dan dapat seat di tanggal 25 September 2012 tersebut.
Keluarga mengantar kepergian dan haru sedih campur gembira, haru sedih karena harus berpisah dengan Orang Tua tercinta, kakak, ponakan, sepupu, paman bibi dan semua orang orang tersayang di Indonesia yang entah kapan akan bertemu lagi. Bahagia karena akan segera bertemu dan kumpul dengan sang suami. Perasaan campur aduk itu menjadi satu dan Alhamdulillah orang tua saya sudah ikhlas dan berpesan, kamu sekarang sudah menjadi tanggung jawab suami mu, ikutlah bersama suami mu, selalu dukung suami mu dalam kondisi susah dan senang serta hormati suami mu dan keluarganya. Hati saya pun tenang meninggalkan keluarga khusus nya orang tua karena saya adalah anak perempuan satu satu nya di keluarga. Dengan Ibu pun saya lumayan dekat dan selama ini tidak pernah berpisah lama dengan Ibu. Tapi saya kuatkan hati untuk berpisah dengan nya kali ini. Saya janji ke beliau akan berusaha untuk pulang ke Indonesia setiap tahun nya mengunjungi mereka. Dan saya katakan juga ke orang tua bahwa sekarang sudah zaman semakin modern dengan teknologi yang super canggih, walau jarak kami terpisah ribuan Mil namun kami bisa akan selalu tetap berkomunikasi dengan Telepon atau sambungan Hp ber video.
Singkat cerita, keluarga menunggu saya di luar dan sayapun check in ke dalam bandara. Karena di indonesia itu untuk check in di perbolehkan hanya kepada orang yang mau pergi saja.
oh yah teman teman masih ingat kan tulisan saya sebelum nya bahwa saya katakan jika teman teman mau pindah menyusul suami / istri disini teman teman hendak nya membawa barang barang yang perlu saja. Nah saat itu saya membawa banyak barang barang yang akhir nya saya di sini tidak perlukan dan juga membawa bumbu dapur yang saya bilang di tulisan sebelum nya bahwa disini pun banyak di Jual Bumbu dapur dari Indonesia, karena saya belum tau saat itu. Ahasil Bagasi saya beratnya bengkak dari hanya batas 30kg yang di ijinkan menjadi 40kg. Sempat panik juga dan sempat bongkar muat bagasi saya. tapi sisa 10kg nya pun gak mungkin keluarga saya bawa pulang lagi karena isi isinya baju dan sepatu saya. Akhirnya saya mempunyai ide untuk mencari tolong kepada orang yang akan berangkat menuju Jerman juga dengan tujuan kota yang sama, Ketika saya selesai check in saya melihat satu penumpang Bapak bule sedang check in di counter Bisnis clas yang saya lihat hanya membawa satu handbag tanpa bagasi. Ketika dia selesai check in saya coba menyapa nya bertanya tujuan beliau mau kemana. Beliau jawab mau ke Dusseldorf-Jerman. Ternyata sama rute tujuan nya. Akhirnya saya ceritakan kepada beliau bahwa saya mau back for good ke jerman menyusul suami dan bagasi saya ada kelebihan, saya tanya kepada beliau apakah bisa minta tolong beliau untuk titip satu bagasi sedang saya karena saya melihat beliau tidak bawa bagasi ketika Check in.
Mungkin beliau kasian melihat muka melas saya saat itu hehehe, beliau tanya yang mana bagasi yang kelebihan nya dan isi nya apa. Saya jawab dan tunjukan bagasi saya kepada beliau serta saya bilang beratnya sekitar 10kg dan isinya baju dan sepatu saja didalam nya, saya katakan jika beliau mau cek pun dengan membuka bagasi tidak masalah. Beliau jawab tidak perlu, saya percaya kamu dan kamu boleh titip saya. Alhamdulillah saya ucap syukur kepada Allah. Dan sayapun berterimakasih banyak kepada beliau dan jawab tidak masalah :) Akhir nya bagasi tersebut saya titip kepada orang tersebut. Dan sampai dengan selamat di Dusseldorf :)
ssttt teman teman untuk hal titip bagasi ini jangan di tiru yah hehehe karena saat itu saya pun mencoba peruntungan kalau gak ada yang mau di titipkan yah keluarga saya terpaksa akan bawa lagi ke rumah tapi ternyata ada yang berbaik mau di titipkan :)
Oh yah, ada cerita yang sempat bikin saya kaget ketika pesawat sudah take off, saya di datangi oleh pramugari dan sempat di Informasikan oleh kabin crew tersebut apakah saya mau pindah duduk ke kelas binis juga karena tiket saya sudah di upgrade. Saya berfikir kok bisa di upgrade? ternyata saya ingat, karena satu bagasi saya (yang saya titipkan) atas nama Bapak bule tersebut, jadi mungkin mereka pikir saya keluarga Bapak tersebut hehehe. Akhirnya Saya jawab kepada pramugari tersebut, terimakasih atas tawaran nya, saya katakan tidak apa apa saya duduk di kelas ekonomi saya saja sesuai tiket.
Belakangan setelah di Jerman, saya cerita ke suami mengenai hal tersebut dan dia bilang kenapa kamu gak ambil tawarannya pramugari tersebut, kan lumayan terbang di Bisnis class tanpa bayar tambahan, saya mikir juga iya kenapa dulu saya gak ambil yah wakakakaka. Ah sudahlah saya bilang ke suami, mungkin nanti suatu hari bisa kita terbang naik business class bersama sama :D Aminnn
Penerbangan saya saat itu transit dahulu di Abu Dhabi (home base nya Etihad Airlines) Setelah transit sekitar 3 Jam, penerbangan di lanjutkan ke Dusseldorf selama kurang lebih sekitar 5 jam an. Rasanya gak sabar untuk tiba dan bisa memeluk suami tercinta hehehe yah maklum lah nama nya juga penganten baru yah teman teman dan sempat terpisah selama 4 Bulan setelah kami menikah di Indonesia jadi sudah sangat merindu dengan sang suami tercinta :)
Akhirnya saya tiba juga di Dusseldorf, saat itu sekitar Jam 10 pagi waktu Jerman dan cuaca di musim gugur sudah mulai sejuk, walau bagi saya tetap saja sudah berasa dingin seperti berada di Kawasan kawah Putih - Bandung. Yaitu berkisar 10 derajat celcius.
Setelah selesai pengecekan paspor di Imigrasi dan tunggu koper datang, saya keluar bandara dan suami tercinta menunggu di pintu keluar para penumpang. Senanggggg banget bisa memeluk suami tercinta kembali, sempat Deg degan dan tetap berjuta rasanya seperti ketika pertama kali kami jumpa :) (Sok romantis kek di film drama Korea) yah saya ini hahaha
Akhirnya kami pun melakukan perjalanan kembali dari Airport Dusseldorf ke Kota Bremen yang memakn jarak tempuh lumayan jauh juga sekitar 3 jam.
Teman teman 3 jam disini itu benar benar sekitar 300km jarak tempuh. Karena disini tidak ada macet, kalau di Indonesia 3 Jam itu hanya jarak dari rumah saya di area Cengkareng ke Pamulang (karena macet padahal dekat jaraknya) tapi bikin lama di Jalan.
Sepanjang jalan, saya dan suami mengobrol dan melepas kangen. Sayapun dalam kondisi masih fresh saa itu, asik menikmati pemandangan di luar mobil yang semua nya sungguh indah, dimana daun daun pepohonan saat itu sudah mulai berubah warna menjadi warna orange atau coklat tua , tanda musim gugur sedang berlangsung :)
Setiba nya sampai di Kota Bremen sekitar jam 13 Siang, saya langsung di sambut oleh Ibu Ayah Mertua saya dan senang sekali bisa bertemu mereka kembali. Dan mereka pun antusias menyambut saya serta sudah menceritakan semua rencana pesta pernikahan kami disini yang memang akan di laksanakan di minggu berikut nya setelah kedatangan saya di Jerman :)
demikianlah teman teman cerita saya mengenai keberangkatan dan ketibaan saya di jerman pada tanggal 16 September 2012 :)
Saat itu benar benar September yang Ceria buat saya :) hehehe
Sampai bertemu di Cerita berikutnya yah teman teman mengenai pesta pernikahan kami di Jerman :)
Salam hangat dari Jerman dan semoga gak bosen yahh membaca tulisan di Blog saya ini.
Bremen. 03.01.2017
Tidak terasa waktu cepat sekali berjalan dan sudah di tahun baru lagi, rasanya baru kemarin saya ber resolusi untuk menulis produktif di thn 2016 tapi ternyata semua belum terpenuhi hehehe karena jumlah tulisan saya di tahun 2016 cuma beberapa Post :D
Niat di tahun baru ini mau lebih banyak lagi nulis post yang mau nya sih selalu berkelanjutan dari post post sebelum nya karena memang sebelum lupa semua ide menulis nya hhehehe
Baiklah, saya langsung aja kali ini di Minggu awal Bulan Januari 2017, di cuaca yang sangat dinginnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn sekali buat saya di musim yang sudah dingin ini. Seperti contoh nya pagi tadi turun hujan Es dan sempat salju setengah hari. Namun matahari muncul bersinar terang ketika petang alhasil salju dan es nya meleleh di iringi angin yang kencang yang berakibat dingin nya luar biasa walau cuaca berkisar di 4 derajat tapi dingin nya serasa menusuk tulang.
Bawaan nya jadi malas kemana mana kalau udah cuaca dingin begini, yang ada hasrat makan pun semakin melambung hiihiihihi.
loh kok jd curhat sih wakakaka. Gpp yah man teman kan kata pengantar nama nya hihihi
Saya akan menceritakan kali ini tentang hari H menyusul suami saya ke Jerman alias Kepindahan saya ke Jerman :)
Yup, masih ingat dengan jelas pada hari Minggu tanggal 15 September 2012 Sore hari saya berangkat ke Bandara Internasional Soekarno Hatta-Tangerang dan akan terbang menuju Dusseldorf-Jerman. menggunakan pesawat Etihad Airlines.
Kenapa saya pilih terbang ke Kota Dusseldorf, padahal kan suami saya tinggal di Kota Bremen. Kebeneran saat mau pindah ke sini, saya masih berkerja di Kantor Biro Perjalanan Wisata dan banyak kenal teman teman yang berkerja di kantor airlines. Ada teman yang berkerja di Etihad Airlines dan menawarkan harga promo yang murahhhhhh banget buat terbang ke Berbagai negara Eropa, salah satu nya negara Jerman. Karena Etihad Airlines saat itu belum banyak terbang ke banyak kota di Jerman, hanya beberapa kota besar saja di antara nya Dusseldorf ini yang kebetulan juga jarak nya tidak terlalu jauh jarak tempuh ke Bremen dengan mobil dibanding kota kota lain seperti Frankfurt atau Stuttgart yang bisa makan waktu 6Jam dengan mengendarai mobil.
Nah karena harga murah tersebut juga saya pilih Etihad Airlines :) Kan lumayan banget loh yang harga tiket sekali Jalan saat itu bisa sekitar 800-900 Euro biasanya, Etihad hanya kasih harga setengah nya (saya bukan promosi Etihad Airlines yah) hehehe, siapa juga yang gak mau yah teman teman kalau dapat harga lebih murah kenapa beli yang lebih mahal hehehe (Ini Jiwa ibu ibu sekali loh saya) Langsung lah saat itu saya minta teman saya bookingkan tiket saya tersebut dan dapat seat di tanggal 25 September 2012 tersebut.
Keluarga mengantar kepergian dan haru sedih campur gembira, haru sedih karena harus berpisah dengan Orang Tua tercinta, kakak, ponakan, sepupu, paman bibi dan semua orang orang tersayang di Indonesia yang entah kapan akan bertemu lagi. Bahagia karena akan segera bertemu dan kumpul dengan sang suami. Perasaan campur aduk itu menjadi satu dan Alhamdulillah orang tua saya sudah ikhlas dan berpesan, kamu sekarang sudah menjadi tanggung jawab suami mu, ikutlah bersama suami mu, selalu dukung suami mu dalam kondisi susah dan senang serta hormati suami mu dan keluarganya. Hati saya pun tenang meninggalkan keluarga khusus nya orang tua karena saya adalah anak perempuan satu satu nya di keluarga. Dengan Ibu pun saya lumayan dekat dan selama ini tidak pernah berpisah lama dengan Ibu. Tapi saya kuatkan hati untuk berpisah dengan nya kali ini. Saya janji ke beliau akan berusaha untuk pulang ke Indonesia setiap tahun nya mengunjungi mereka. Dan saya katakan juga ke orang tua bahwa sekarang sudah zaman semakin modern dengan teknologi yang super canggih, walau jarak kami terpisah ribuan Mil namun kami bisa akan selalu tetap berkomunikasi dengan Telepon atau sambungan Hp ber video.
Singkat cerita, keluarga menunggu saya di luar dan sayapun check in ke dalam bandara. Karena di indonesia itu untuk check in di perbolehkan hanya kepada orang yang mau pergi saja.
oh yah teman teman masih ingat kan tulisan saya sebelum nya bahwa saya katakan jika teman teman mau pindah menyusul suami / istri disini teman teman hendak nya membawa barang barang yang perlu saja. Nah saat itu saya membawa banyak barang barang yang akhir nya saya di sini tidak perlukan dan juga membawa bumbu dapur yang saya bilang di tulisan sebelum nya bahwa disini pun banyak di Jual Bumbu dapur dari Indonesia, karena saya belum tau saat itu. Ahasil Bagasi saya beratnya bengkak dari hanya batas 30kg yang di ijinkan menjadi 40kg. Sempat panik juga dan sempat bongkar muat bagasi saya. tapi sisa 10kg nya pun gak mungkin keluarga saya bawa pulang lagi karena isi isinya baju dan sepatu saya. Akhirnya saya mempunyai ide untuk mencari tolong kepada orang yang akan berangkat menuju Jerman juga dengan tujuan kota yang sama, Ketika saya selesai check in saya melihat satu penumpang Bapak bule sedang check in di counter Bisnis clas yang saya lihat hanya membawa satu handbag tanpa bagasi. Ketika dia selesai check in saya coba menyapa nya bertanya tujuan beliau mau kemana. Beliau jawab mau ke Dusseldorf-Jerman. Ternyata sama rute tujuan nya. Akhirnya saya ceritakan kepada beliau bahwa saya mau back for good ke jerman menyusul suami dan bagasi saya ada kelebihan, saya tanya kepada beliau apakah bisa minta tolong beliau untuk titip satu bagasi sedang saya karena saya melihat beliau tidak bawa bagasi ketika Check in.
Mungkin beliau kasian melihat muka melas saya saat itu hehehe, beliau tanya yang mana bagasi yang kelebihan nya dan isi nya apa. Saya jawab dan tunjukan bagasi saya kepada beliau serta saya bilang beratnya sekitar 10kg dan isinya baju dan sepatu saja didalam nya, saya katakan jika beliau mau cek pun dengan membuka bagasi tidak masalah. Beliau jawab tidak perlu, saya percaya kamu dan kamu boleh titip saya. Alhamdulillah saya ucap syukur kepada Allah. Dan sayapun berterimakasih banyak kepada beliau dan jawab tidak masalah :) Akhir nya bagasi tersebut saya titip kepada orang tersebut. Dan sampai dengan selamat di Dusseldorf :)
ssttt teman teman untuk hal titip bagasi ini jangan di tiru yah hehehe karena saat itu saya pun mencoba peruntungan kalau gak ada yang mau di titipkan yah keluarga saya terpaksa akan bawa lagi ke rumah tapi ternyata ada yang berbaik mau di titipkan :)
Oh yah, ada cerita yang sempat bikin saya kaget ketika pesawat sudah take off, saya di datangi oleh pramugari dan sempat di Informasikan oleh kabin crew tersebut apakah saya mau pindah duduk ke kelas binis juga karena tiket saya sudah di upgrade. Saya berfikir kok bisa di upgrade? ternyata saya ingat, karena satu bagasi saya (yang saya titipkan) atas nama Bapak bule tersebut, jadi mungkin mereka pikir saya keluarga Bapak tersebut hehehe. Akhirnya Saya jawab kepada pramugari tersebut, terimakasih atas tawaran nya, saya katakan tidak apa apa saya duduk di kelas ekonomi saya saja sesuai tiket.
Belakangan setelah di Jerman, saya cerita ke suami mengenai hal tersebut dan dia bilang kenapa kamu gak ambil tawarannya pramugari tersebut, kan lumayan terbang di Bisnis class tanpa bayar tambahan, saya mikir juga iya kenapa dulu saya gak ambil yah wakakakaka. Ah sudahlah saya bilang ke suami, mungkin nanti suatu hari bisa kita terbang naik business class bersama sama :D Aminnn
Penerbangan saya saat itu transit dahulu di Abu Dhabi (home base nya Etihad Airlines) Setelah transit sekitar 3 Jam, penerbangan di lanjutkan ke Dusseldorf selama kurang lebih sekitar 5 jam an. Rasanya gak sabar untuk tiba dan bisa memeluk suami tercinta hehehe yah maklum lah nama nya juga penganten baru yah teman teman dan sempat terpisah selama 4 Bulan setelah kami menikah di Indonesia jadi sudah sangat merindu dengan sang suami tercinta :)
Akhirnya saya tiba juga di Dusseldorf, saat itu sekitar Jam 10 pagi waktu Jerman dan cuaca di musim gugur sudah mulai sejuk, walau bagi saya tetap saja sudah berasa dingin seperti berada di Kawasan kawah Putih - Bandung. Yaitu berkisar 10 derajat celcius.
Setelah selesai pengecekan paspor di Imigrasi dan tunggu koper datang, saya keluar bandara dan suami tercinta menunggu di pintu keluar para penumpang. Senanggggg banget bisa memeluk suami tercinta kembali, sempat Deg degan dan tetap berjuta rasanya seperti ketika pertama kali kami jumpa :) (Sok romantis kek di film drama Korea) yah saya ini hahaha
Akhirnya kami pun melakukan perjalanan kembali dari Airport Dusseldorf ke Kota Bremen yang memakn jarak tempuh lumayan jauh juga sekitar 3 jam.
Teman teman 3 jam disini itu benar benar sekitar 300km jarak tempuh. Karena disini tidak ada macet, kalau di Indonesia 3 Jam itu hanya jarak dari rumah saya di area Cengkareng ke Pamulang (karena macet padahal dekat jaraknya) tapi bikin lama di Jalan.
Sepanjang jalan, saya dan suami mengobrol dan melepas kangen. Sayapun dalam kondisi masih fresh saa itu, asik menikmati pemandangan di luar mobil yang semua nya sungguh indah, dimana daun daun pepohonan saat itu sudah mulai berubah warna menjadi warna orange atau coklat tua , tanda musim gugur sedang berlangsung :)
Setiba nya sampai di Kota Bremen sekitar jam 13 Siang, saya langsung di sambut oleh Ibu Ayah Mertua saya dan senang sekali bisa bertemu mereka kembali. Dan mereka pun antusias menyambut saya serta sudah menceritakan semua rencana pesta pernikahan kami disini yang memang akan di laksanakan di minggu berikut nya setelah kedatangan saya di Jerman :)
demikianlah teman teman cerita saya mengenai keberangkatan dan ketibaan saya di jerman pada tanggal 16 September 2012 :)
Saat itu benar benar September yang Ceria buat saya :) hehehe
Sampai bertemu di Cerita berikutnya yah teman teman mengenai pesta pernikahan kami di Jerman :)
Salam hangat dari Jerman dan semoga gak bosen yahh membaca tulisan di Blog saya ini.
Bremen. 03.01.2017
Langganan:
Komentar (Atom)
Long Weekend Di Jerman
Setelah bulan May banyak tanggal merah di Kalender Jerman. Lanjut awal bulan Juni yang juga ada tanggal merah. Yes, hari ini tanggal 7.06.2...
-
Hallo teman teman semuanya, Sudah lama sekali absen nulis blog, padahal sudah buat di resolusi 2016 ini untuk lebih banyak lagi menulis d...
-
Saya terpaksa loncat jauh tema kali ini mengenai Bayi, karena sesuai janji saya bahwa saya akan menulis berurutan mengenai pengalaman saya d...
-
Kali ini saya menulis tentang Prenuptial Agreement atau bahasa Indonesia nya adalah Surat perjanjian pra nikah yang di buat oleh kedua calon...

